Berkah zakat tidak ada Matematika
24/01/2026 | Penulis: Rangga Iskandar Julkarnain
Zakat dan Matematika
BERKAH ZAKAT TIDAK ADA MATEMATIKA
Oleh: Rangga Iskandar Julkarnain, S.Pd.I, M.Pd ( Kepala Pelaksana Baznas kota Bima )
Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5)
Makna "Tumbuh" dari zakat ini merupakan sebab akibat dari prilaku, dengan artian siapa-siapa yang mengeluarkan Zakat di pastikan hartanya akan tumbuh dan berkembang .
Berkah mengeluarkan Zakatpun memiliki dampak langsung pada kehidupan yang penuh keberkahan dan keberkahan tersebut dipastikan tidak memiliki nilai matematika.
Keyakinan membayar Zakat merupakan keyakinan ketaqwaan seorang hamba kepada Rabbnya yang telah memberikan rezeki dan ada hak hamba lain pada rezeki tersebut.
Mengeluarkan zakat merupakan ritual ibadah yang meyakininya ketika kita keluarkan, Allah SWT melihatnya dan kalaupun tidak terlihat yakinlah seakan-akan Allah SWT melihatnya.
Zakat itu harus dengan hati karena keyakinan yang tulus dan ikhlas tidak akan memiskinkan materi kita pada kehidupan duniawi.
Zakat itu baik, baik disalurkan pada lembaga legal pemerintah seperti Baznas yang dimana membayar zakat pada lembaga pemerintah merupakan salah satu bentuk ketaatan kita kepada pemerintah yang jelas-jelas di atur oleh agama.
Zakat itu baik untuk menguatkan kembali saudara-saudara kita yang kurang beruntung.
MARI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH DI BAZNAS KOTA BIMA
Artikel Lainnya
SANTRI, BAZNAS DAN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH
BAZNAS bersama BUMN
Pahlawan Zakat Melanjutkan Perjuangan
Tahun 2026 ERA KECEPATAN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH
Pengumpulan penting menentukan arah pendistribusian

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
